Source: Google

 

Kegagalan Juventus (lagi) untuk menjuarai Liga Champions pada musim ini oleh Porto adalah salah satu hal pahit yang harus diterima oleh para Juventini. Tersingkir di babak 16 besar oleh wakil asal Portugal, Porto dengan agregat 4-4 dimana Porto diunggulkan karena memenangi away goals. Walaupun megabintang asal Juventus Cristiano Ronaldo dimainkan, tetap saja tidak mengubah hasil dimana Juventus harus gagal melangkah ke babak selanjutnya di Liga Champions. Kegagalan ini merupakan salah satu raport merah skuad Juventus dibawah asuhan Andrea Pirlo. Juve, tiap tahun yang hampir berpartisipasi di ajang paling prestis di Eropa tersebut, belum pernah merasakan juara selama satu dekade belakangan. Walaupun sempat dua kali sudah meletakkan kaki-nya di partai final tetapi keduanya masih belum menorehkan hasil apapun.

Selain kegagalan Juventus untuk menjuarai Liga Champions musim ini, salah satu perhatian tertuju pada Gianluigi Buffon. Hampir setiap tahun Buffon selalu gagal untuk menjuarai Liga Champions saat berseragam Juventus maupun Paris Saint-Germain. Uniknya, kegagalan Buffon itu selalu saja dikaitkan dengan “Kutukan Sulley Muntari”. Apa sebenarnya “Kutukan Sulley Muntari” itu? Kutukan itu berawal dari sebuah gol Muntari (yang saat itu masih berseragam AC Milan) kala melawan Juventus pada tahun 2012, gol tersebut dianulir oleh wasit karena dianggap belum melewati goal line. Setelah laga antara AC Milan dan Juventus selesai, Buffon mengungkapkan bahwa ia tidak menyesal melakukan hal itu. Ungkapan itu membuat Muntari kehilangan respect atas Buffon, ia mengungkapkan kekecewaannya atas sikap Buffon yang mengetahui bahwa bola itu sudah melewati garis gawang pada pertandingan tersebut. Wasit yang memimpin laga itu, Tagliaveto mengakui bahwa keputusan ia untuk menganulir gol Muntari itu merupakan kesalahan terbesar-nya saat menjadi wasit. Sebab, dianulirnya gol tersebut memupuskan perjalanan AC Milan untuk meraih Scudetto pada musim tersebut dimana Juventus yang meraih Scudetto tersebut.

Sejak saat itu, mulai bermunculan teori-teori bahwa kegagalan Juventus untuk memenangi Liga Champions tiap tahun dari 2013 hinggan sekarang selalu ada kaitannya dengan dianulirnya gol Sulley Muntari ke gawang Gianluigi Buffon saat itu. Bahkan, saat Buffon memutuskan untuk hijrah setahun ke Paris, dan Buffon masih gagal untuk menjuarai Liga Champions. Hingga sekarang masih banyak yang percaya bahwa “kutukan” tersebut masih berlaku dan tidak akan hilang jika Buffon tidak mengakui gol-tersebut.

 

Penulis: Gilang Indana (FISIP’19, Antropologi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *